Profil DWY SORAYA GEMITA

Teliti, Kenali, dan Pilih Calon wakil mu!!

DWY SORAYA GEMITA

Nama DWY SORAYA GEMITA
Jenis Kelamin perempuan
Tempat/Tanggal Lahir Jakarta , 1984-06-02
Agama Islam
Status Perkawinan Sudah Menikah
Jumlah Anak 4
Alamat Perumahan Dosen Untad blok A 2 No 15
Pendidikan SMA/Sederajat
Pekerjaan Seniman
Nama Partai Politik PARTAI PERSATUAN INDONESIA
Daerah Pemilihan MALUKU UTARA
Nomor Urut Calon Anggota Legislatif 3
Penilaian
Visi & Target
Motivasi

Sebagai Pekerja Seni, Saya Terpanggil Untuk Dapat Terlibat Langsung Dalam Manajemen Negara Dalam Hal Ini Menjadi Bagian Dari Lembaga Legislatif Di Republik Indonesia. Banyak Hal Yang Saya Temui Dalam Kehidupan Selama Ini Khususnya Di Bidang Kesenian, Kebudayaan Dan Pariwisata. Yaitu Di Daerah Yang Jauh Dari Pusat Pemerintahan, Masih Banyak Ditemukan Pengelolaan Pargelaran Kesenian, Pelestarian Kebudayaan Dan Pengelolaan Destinasi Wisata Yang Belum Dikelola Dengan Manajemen Yang Baik. Di Jailolo, Halmahera Barat Misalnya. Saya Menyaksikan Langsung Di Sana Bahwa Keterlibatan Pemerintah Dalam Hal Pembiayaan Kegiatan Kerajaan Jailolo, Masih Sangat Mengandalkan Dana Swadaya Dari Masyarakat Secara Patungan. Sebagaimana Kita Ketahui Bersama Bahwa Kelahiran Republik Indonesia Adalah Hasil Peleburan Kerajaan-kerajaan Yang Tersebar Di Semua Pulau Nusantara. Para Founding Father Kita Bersepakat Untuk Mendirikan Republik Dengan Tetap Mempertahankan Spirit Leluhur Bangsa Kita. Jasa-jasa Para Leluhur Kita Yang Bertahun-tahun Berjibaku Dengan Kolonial Wajib Kita Hargai, Sebagaimana Isi Pidato Bung Karno Pada Peringatan Hari Pahlawan 10 November 1961 Bahwa ?bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghormati Jasa Pahlawannya?. Jailolo Yang Saya Saksikan Melalui Mata Dan Bathin, Bukan Sekedar Nama Dan Susunan Batu Kerajaan. Jailolo Adalah ?nada? Bagiku, Nada Yang Memiliki Irama Yang Akan Membawa Kita Semua Meresapi Kenangan Dan Dan Merindukan Kebesaran Jiwa Para Pendahulu Kita Yang Kini Kita Sebut Sebagai Sejarah. Saya Bertanya Dalam Hati, ?dimanakah Kehadiran Negara Untuk Melestarikan Jailolo Yang Kini Dikenal Sebagai Cagar Budaya? Dimanakah Kehadiran Pemerintah Ikut Terlibat Dalam Melestarikan Nilai-nilai Sekaligus Warisan Fisik Jailolo Di Masa Ini? Mengapa Harus Masyarakat Yang Dibebankan Untuk Memikirkan Dan Membiayai Keperluan Jailolo?? Pertanyaan-pertanyaan Ini Kemudian Mengarahkan Pemikiranku Ke Persoalan Yang Juga Terkait, Bagaimana Kita Akan Mampu Berjalan Menuju Ke Masa Depan Di Saat Kita Pikun Dengan Masa Lalu Bangsa Kita Sendiri. Bagaimana Kita Mampu Bersaing Dan Berkompetisi Dengan Bangsa Lain Di Saat Kita Lupa Siapa Bangsa Kita Sebenarnya. Sehingga Di Setiap Penampilanku Saya Akan Terus Mengamati Dan Menganalisa Penyelenggaraan Event-event Kesenian, Kebudayaan Dan Pariwisata. Dan Saya Semakin Yakin, Terlihat Dari Sekian Banyak Penyelenggaran Di Daerah Masih Sering Ditemui Persiapan Yang Tidak Dipikirkan Secara Matang. Kemauan Generasi Muda Menciptakan Karya Seni Tidak Didukung Oleh Manajemen Produksi Dan Distribusi Yang Mumpuni. Alhasil Karya Yang Dihasilkan Tidak Layak Dipresentasikan Secara Auditif Dan Visual. Untuk Menjawab Apa Motivasi Dwy Soraya Gemita Untuk Mencalonkan Diri Dalam Kontestasi Legistlatif, Maka Saya Melakukan Riset Kecil, Observasi Yang Sesuai Dengan Kegiatan Sehari-hari Yang Lakukan, Berupaya Mencari Alat Bantu Semisal Mikroskop Untuk Mampu Membaca Persoalan Genting Yang Saya Temukan Dalam Keseharian Menjalni Aktifitas Kesenian. Saya Merasa Perlu Untuk Menyuarakan Wadah Atau Kuota Perwakilan Rakyat Dari Unsur Kerajaan-kerajaan. Dalam Hal Ini Yang Berkaitan Dengan Kampung Halaman Saya Yaitu Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan, Dan Jailolo; Yang Juga Lazim Dikenal Dengan Persekutuan Kerajaan Moloku Kie Raha. Saya Meyakini Bahwa Ketika Kita Semakin Pikun Untuk Tidak Peduli Dengan Asal-usul Kita Maka Kita Akan Kehilangan Segala-galanya Di Masa Depan Sebagai Bangsa Unggul Yang Dicita-citakan Dalam Preambul Uud 1945 ?...untuk Membentuk Suatu Pemerintah Negara Indonesia Yang Melindungi Segenap Bangsa Indonesia Dan Seluruh Tumpah Darah Indonesia Dan Untuk Memajukan Kesejahteraan Umum, Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, Dan Ikut Melaksanakan Ketertiban Dunia Yang Berdasarkan Kemerdekaan, Perdamaian Abadi Dan Keadilan Sosial...? Tentu Frasa ?tumpah Darah? Yang Dimaksud Adalah Unsur Sejarah, Warisan Para Pendahulu Kita Yang Menghabiskan Darah Dan Air Mata Untuk Mengusir Para Penjajah Dari Negeri Kita Tercinta. Motivasi Ini Bisa Jadi Sample Kasus, Yang Mungkin Saja Bisa Terjadi Di Kesultanan Lainnya Di Negeri Ini. Panggilan Jiwa Agar Tidak Ahistoris, Yang Tidak Perduli Terhadap Nilai-nilai Luhur. Dan Di Sisi Lain, Cagar Budaya Warisan Kesultanan Juga Merupakan Destinasi Wisata. Begitu Banyak Destinasi Wisata Di Negara Lain Yang Menjadi Primadona Bukan Hanya Pada Keindahan Alam, Tapi Karena Cagar Budaya Sejarah Yang Masih Dilestarikan. Bukankah Bangsa Mesir Itu Hidup Menerima Devisa Yang Cukup Besar Dari Kunjungan Wisata Piramid ? Begitu Juga Dengan Paris Dengan Menara Eiffelnya, Dan Lainnya. Saya Yakin, Keindahan Adalah Karunia Dari Sang Khaliq. Kita Dapat Menikmati Kualitas Hidup Karena Kita Mencicipi Keindahan. Dan Pekerjaan Sehari-hari Saya Bersentuhan Dengan Keindahan Nada. Saya Berharap, Keputusan Diri Untuk Menjadi Bagian Dari Keindahan Bernegara Di Bagian Legislatif Semoga Diijabah Oleh Allah Swt. Sebagai Bentuk Syukur, Bahwa Keputusan Yang Saya Ambil Berada Pada Situasi Dan Kondisi Yang Tepat.

Target

1. Pekerja Seni 2. Pelaku Industri Kreatif 3. Penikmat Karya Seni Anak Bangsa Indonesia 4. Pecinta Kebudayaan 5. Pelaku Pariwisata 6. Masyarakat Maluku Utara Yang Mencintai Moloku Kie Raha Dengan Sepenuh Hati

Riwayat Hidup & Penelitian Khusus
Riwayat Pendidikan
Data terkait riwayat pendidikan caleg masih dalam proses.
Riwayat Organisasi
Data terkait riwayat organisasi caleg masih dalam proses.
Riwayat Pekerjaan
Data terkait riwayat pekerjaan caleg masih dalam proses.
Penelitian Khusus
Penelitian Khusus terkait caleg masih dalam proses.
Suara Masyarakat