H. Kadarusman SE
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Manuver Yenny Wahid menggalang koalisi PDIP dengan PKB Gus Dur meresahkan sejumlah elit PKB. Langkah putri Gus Dur itu dinilai melampaui wewenang Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum.
"Dia melakukan langkah-langkah yang melampaui langkah ketua umum," kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI, Effendi Choirie ketika ditemui detikcom usai menerima audiensi Garda Bangsa, di ruang rapat FKB, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/1/2009).
Iklan caleg bertebaran di mana-mana. Agar dilirik publik, iklan mesti berbeda.
Seperti yang dilakukan oleh Achmad Suaidy, calon anggota legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini. Tak hanya memasang foto diri plus nama, di iklannya dia juga memajang nomor pesan singkat penjaring aspirasi.
Begitulah yang tampak dalam iklan caleg yang dipasang kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini di media cetak.
Iklan itu mencantumkan 'SMS Aspirasi Anda. Aspirasi Anda adalah aspirasi kami, kirim ke : 0812-8024-0003'. Cara mengirim aspirasinya pun laiknya mengirim kuis melalui SMS, 'Aspirasi#Nama#Lokasi#03Suaidy#Aspirasi Anda'.
"Anak saya yang keenam yang punya ide. Anak saya juga masuk tim (tim sukses). Dia itu pengusaha warnet, makanya kreatif," ujar Suaidy pada detikcom, Senin (23/2/2009).
Mencuatnya dua nama dewan penasihat Partai Golkar, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Surya Paloh, dalam usulan kandidat capawapres Megawati tidak membuat Partai Golkar gerah. Hal itu justru dinilai sebagai ujian loyalitas bagi keduanya terhadap partai beringin.
Menyiasati masih simpang siurnya rencana pembuatan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu) Pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan membuat peraturan KPU yang mengatur teknis pencontrengan, kampanye, dan termasuk keterwakilan perempuan.
"Kita tetap akan memunculkan peraturan KPU, dengan ada atau tidak ada Perpu," tutur Anggota KPU, I Gusti Putu Artha dalam dialog bertema Polemik Perpu Pemilu di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jum'at (6/2/2009).
Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengaku sedih karena tidak banyak kaum perempuan yang maju mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Pemilu 2009. Untuk wilayah DIY, dari 12 calon hanya dirinya yang merupakan wakil kaum perempuan.
Hal itu diungkapkan GKR Hemas dalam acara diskusi "Demokratisasi dan Keterwakilan Perempuan Pasca Keputusan MK" di gedung Pusat Antar Universitas (PAU) Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (20/2/2009).