KPUD Bali mengeluhkan minimnya biaya sosialisai Pemilu 2009. Untuk mencapai hasil yang maksimal, KPUD Bali meminta pihak swasta di membantu proses sosialisasi.
KPUD Bali mendapatkan jatah anggaran pemilu sebesar Rp 23 miliar. Dari anggaran tersebut, sebesar Rp 13 miliar digunakan untuk pemilihan legislatif dan Rp 10 miliar untuk pemilihan presiden.
Sebanyak Rp 16 miliar dianggarkan untuk logistik sedangkan anggaran sosialisai pemilu yang terkesan ruwet ini hanya sebesar Rp 94 juta. "Dana sosialisi pemilu di Bali sangat kecil," anggota KPUD Bali Ketut Udi Prayudi di sekretariat KPUD Bali jalan Tjokorda Agung Tresna, Denpasar, Jumat (6/2/2009).
Mengantisipasi proses sosialisasi tidak berlangsung optimal, KPUD Bali menggandeng pihak swasta di Bali. "Kita meminta mereka membantu sosialisasi karena banyak hal baru yang belum tersentuh dalam sosialisasi yang kita
lakukan," kata Prayudi.
Pihak swasta yang digandeng KPUD Bali, di antaranya PT Telkom Bali, Pertamina, PT Excelcomindo Pratama, Bank Indonesia Denpasar.
KPUD Bali meminta bantuan dari Bank Indonesia Denpasar mengajak bank yang ada di seluruh Bali melakukan sosialisasi pemilu dengan cara memasang spanduk pemilu.
Humas PT Telkom Bali Ketut Purwa Arsana mengatakan siap membantu proses sosialisasi pemilu dengan berbagai cara, di antaranya melalui website Telkom, memasang logo pemilu di tagihan rekening telepon serta pertemuan di balai banjar.
Sumber : detiknews.com



