Sebanyak lima orang yang tergabung Paguyuban Dua Satu, melakukan Topo Broto Ngandoro, yaitu berjalan kaki dari DIY-Jakarta. Topo Broto ini sebagai upaya mendukung pencalonan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden pada Pilpres 2009.
Kelima anggota Paguyuban Dua Satu start melakukan jalan kaki atau Topo Broto Ngulandoro dari Yogyakarta pada hari Kamis (11/12/2008) pada pukul 08.00 WIB.
"Kelima orang yang menjalankan lelaku Topo Broto dengan jalan kaki ini akan diterima oleh Sri Sultan di kediamannya di Jakarta pada hari Minggu (4/1/2009) lusa," kata Sekretaris Merti Nusantara DKI Jakarta AR Suratno dalam rilisnya yang diterima detikcom, Rabu (31/12/2008).
Menurut Suratno, Topo Broto Ngulandoro dengan jalan kaki ini merupakan napak tilas perjalanan Sultan Agung pada waktu menyerang Belanda di Batavia (Jakarta tempo dulu) sekitar tahun 1628 dan 1629. Selain itu, kegiatan masyarakat ini juga untuk menggalang dukungan yang di dasari oleh keiklasan dan kejujuran bagi kemenangan Sultan HB X sebagai Presiden 2009.
Kelima orang masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Dua Satu salah satunya adalah perempuan. Mereka adalah M. Ariesman, Cipto Suwarno, Sarjio, Ratna Wuryaningsih dan Subardi.
Peserta jalan kaki ini dari Yogyakarta menuju Jakarta melalui rute di 30 kota. Mulai dari Wates, Bagelan, Kutoarjo, Kutowinangun, Kebumen, Gombong, Jatilawang, Wangon, Ajibarang, Pakuncen (Purwokerto), Bumiayu, Tonjong, Prupuk, Larangan, Ketanggungan, Tanjung, Losari, Cirebon, Ciwaringin, Jatibarang, Loh Bener (Indramayu), Losarang, Kandanghaur, Pusaka Negara, Pamanukan, Ciasem, Jatisari, Cikampek, Karawang, Bekasi dan Jakarta.
"Perjalanan ini akan diakhiri di kediaman Sri Sultan di Jakarta. Saat ini, kelimanya sudah memasuki wilayah Pantura," jelasnya.
Sumber : pilihsaja.net



