Pengalaman dijerat Panwaslu sedikit banyak membuat jera Nur Afni, caleg DPRD DKI Jakarta dari Partai Demokrat. Perempuan berjilbab kelahiran September 1983 itu mengaku menjadi was-was. Sebab, ia menilai Panwas hanya mencari-cari kesalahan caleg yang sedang berkampanye.
"Saya jadi lebih takut untuk datang ke undangan-undangan meski hanya tingkat RT. Jangan-jangan ada Panwas iseng lagi, ngelaporin lagi," imbuh Nur Afni di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (17/2/2009).
Namun bukan berarti ia kapok. Lulusan STIE Adi Niaga Bekasi ini mengambil hikmah positif. Terlebih, ia dapat dikatakan baru terjun ke dunia politik yang terkenal kejam.
"Ya diambil hikmahnya saja. Politik kan emang seperti ini, terkenal kejam," imbuh perempuan lajang tersebut.
Terkait dengan rencananya menuntut balik Panwaslu yang membuatnya pernah ditempeli status terdakwa, Nur Afni mengaku ingin memberi warna baru di dunia kampanye. Yakni, menurutnya, supaya kerja Panwas dapat lebih terkontrol dan tidak asal mencari kesalahan.
"Ini bukan dendam pribadi. Saya nggak kenal orang Panwas secara personal. Ini supaya Panwas lebih intropeksi," sergah Nur Afni, putri pasangan Sajim dan Zuleha ini.
Sumber : detiknews.com



