NO.URUT : 32
Partai Kasih Demokrasi Indonesia
Singkatan : PKDI
Asas : Pancasila
Tgl Berdiri : -
Ketua umum : Stefanus Roy Rening, SH.,MH
Sekjen : Random Tua Gultom
Alamat : Graha INKUD Lt. 6, Buncit Raya kav 18-20, Pejaten, Jakarta Selatan 12510 Telp.
Website :
Keterangan :
Visi

Terciptanya tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai cita-cita proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 sebagaimana dimaksud dalam pembukaan UUD 1945 berdasarkan kasih.

 PROFIL PARTAI

PENGURUS Partai Kasih Demokrasi Indonesia atau PKDI boleh saja mengklaim partai ini terbuka, plural. Keinginan yang sama juga pernah dilontarkan pengurus Partai Keadilan Sejahtera sebelum menggelar musyawarah kerja nasional di Bali, Februari lalu.

Namun, harus diakui, sebenarnya hanya ada dua ”aliran” besar partai politik di negeri ini, partai nasionalis dan partai yang berasaskan agama. PKDI bagi sebagian orang adalah salah satu partai yang berasaskan agama, atau setidak-tidaknya dekat dengan umat agama tertentu. PKDI bagi sebagian orang adalah partai berbasis Kristen, baik Katolik maupun Kristen Protestan.

Ketua Umum PKDI Stefanus Roy Rening mengakui, partainya memang ingin memperoleh dukungan luas dari rakyat Indonesia. Tetapi, kalau harapan itu meleset, setidak-tidaknya partainya memperoleh kepercayaan dari umat Kristiani di seluruh Indonesia, termasuk yang selama ini berada di partai politik lain. Apalagi, basis suara umat Kristiani di negeri ini selama ini tidak pernah dimenangkan oleh partai yang membawa ”bendera” Kristen Protestan atau Katolik.

Harus diakui, suara umat Katolik atau Kristen Protestan di negeri ini tidaklah terlalu besar. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2005 menyebutkan, jumlah penduduk yang beragama Kristen Protestan di negeri ini mencapai 12,96 juta lebih dan yang beragama Katolik tak kurang dari 6,94 juta jiwa. Jumlah penduduk Indonesia diperkirakan 208,82 juta jiwa. Pada pemilu nanti jumlah itu dipastikan bertambah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memperkirakan jumlah pemilih pada Pemilu 2009 mencapai 170,75 juta jiwa.

Jika PKDI bisa merebut suara seluruh umat Kristiani, memang pasti bisa memenuhi parliamentary threshold atau ambang batas perolehan suara untuk di DPR, yang ditentukan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD. Tetapi, hal ini tidaklah mudah karena partai yang mengincar suara umat Katolik dan Kristen Protestan bukan hanya PKDI. Selain ada partai lain yang identik dengan umat Kristiani, partai yang berbasiskan nasionalis juga mengharapkan dukungan dari seluruh rakyat, apa pun agamanya. Bahkan, selama ini partai nasionalislah yang memenangkan suara di basis umat Kristiani.

Dari 550 kursi di DPR hasil Pemilu 2004, wakil rakyat yang berlatar belakang Kristiani sebanyak 81 orang, atau sekitar 14,73 persen. Jumlah ini memang lebih dari cukup untuk meloloskan sebuah partai dari ketentuan parliamentary threshold sebesar 2,5 persen. Tetapi, sekali lagi, PKDI tidak sendirian. Kader partai ini harus bekerja keras meyakinkan pemilih, terutama di daerah padat penduduk, bukan di daerah basis.

BERITA ACAK
Rabu, 10 Maret 2010
Menkopolhukam: 82.000 TPS Rawan Keamanan

Pemilu Legislatif tinggal menghitung hari. Namun masih banyak Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disinyalir masih rawan keamanan.

"Ada 82.000 TPS yang dikategorikan rawan keamanan," ujar Menkopolhukam Widodo AS saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2009).

Rabu, 10 Maret 2010
Polri Akan Terapkan Pola 2-4-2 untuk Jaga TPS Rawan

Pemilihan legislatif menjelang. Selain persiapan pencoblosan, yang tidak kalah penting adalah pengamanan untuk tempat pemungutan suara (TPS). Terutama yang berkategori rawan.

"Untuk TPS kategori aman, Polri akan menerapkan formasi 2-10-5 artinya 2 polisi, 10 perlindungan masyarakat (Linmas) untuk 5  TPS. Sedangkan TPS yang kategorinya rawan 1, Polri menempatkan 2 polisi 4 linmas untuk 2 TPS, sementara untuk kategori rawan 2, P0lri menempatkan 2 polisi, 2 Linmas akan ditempatkan di tiap TPS," jelas Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2009).

Rabu, 10 Maret 2010
Dukung Sultan Jadi Capres, 5 Orang Topo Broto DIY-Jakarta

Sebanyak lima orang yang tergabung Paguyuban Dua Satu, melakukan Topo Broto Ngandoro, yaitu berjalan kaki dari DIY-Jakarta. Topo Broto ini sebagai upaya mendukung pencalonan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden pada Pilpres 2009.

Rabu, 10 Maret 2010
AM Fatwa ke Kondangan untuk Kampanye

Andi Mapetahang Fatwa (AM Fatwa) punya cara yang lebih murah untuk berkampanye mensosialisasikan dirinya menjadi calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Yaitu menghadiri undangan perkawinan.

"Saya dari dulu hobi saya itu rajin silaturahmi, modal saya silaturahmi saja. Kawinan dalam seminggu ada puluhan saya hadiri. Pokoknya asal saya sehat dan kuat, satu hari lima undangan dipenuhi semua," ujar AM Fatwa kepada detikcom, Selasa (17/2/2009).

Rabu, 10 Maret 2010
Dana Logistik Belum Cair, KPU Jabar Kelimpungan

Masih mandeknya anggaran logistik dari KPU pusat membuat KPU Daerah kelimpungan. Rencana tender yang akan dilakukan hari ini terpaksa batal, karena anggaran sebesar Rp 44 miliar untuk logistik belum cair.