Pemilu Legislatif tinggal menghitung hari. Namun masih banyak Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disinyalir masih rawan keamanan.
"Ada 82.000 TPS yang dikategorikan rawan keamanan," ujar Menkopolhukam Widodo AS saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2009).
Pemilihan legislatif menjelang. Selain persiapan pencoblosan, yang tidak kalah penting adalah pengamanan untuk tempat pemungutan suara (TPS). Terutama yang berkategori rawan.
"Untuk TPS kategori aman, Polri akan menerapkan formasi 2-10-5 artinya 2 polisi, 10 perlindungan masyarakat (Linmas) untuk 5 TPS. Sedangkan TPS yang kategorinya rawan 1, Polri menempatkan 2 polisi 4 linmas untuk 2 TPS, sementara untuk kategori rawan 2, P0lri menempatkan 2 polisi, 2 Linmas akan ditempatkan di tiap TPS," jelas Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.
Hal ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/3/2009).
Sebanyak lima orang yang tergabung Paguyuban Dua Satu, melakukan Topo Broto Ngandoro, yaitu berjalan kaki dari DIY-Jakarta. Topo Broto ini sebagai upaya mendukung pencalonan Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden pada Pilpres 2009.
Andi Mapetahang Fatwa (AM Fatwa) punya cara yang lebih murah untuk berkampanye mensosialisasikan dirinya menjadi calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Yaitu menghadiri undangan perkawinan.
"Saya dari dulu hobi saya itu rajin silaturahmi, modal saya silaturahmi saja. Kawinan dalam seminggu ada puluhan saya hadiri. Pokoknya asal saya sehat dan kuat, satu hari lima undangan dipenuhi semua," ujar AM Fatwa kepada detikcom, Selasa (17/2/2009).
Masih mandeknya anggaran logistik dari KPU pusat membuat KPU Daerah kelimpungan. Rencana tender yang akan dilakukan hari ini terpaksa batal, karena anggaran sebesar Rp 44 miliar untuk logistik belum cair.