NO.URUT : 7
Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
Singkatan : PKP INDONESIA
Asas : Keadilan, Demokrasi, Kemajemukan, dan Pancasila
Tgl Berdiri : 15 Desember 1999
Ketua umum : Meutia Farida Swasono
Sekjen : Samuel Samson
Alamat : Jl. Cilandak Raya KKO No. 32, Pasar Minggu Jakarta Selatan 12560 Telp.021-780.7653, 780.7656 Fax.02
Website : http://pkpi.org
Keterangan :

Visi

Membangun kehidupan rakyat, masyarakat, bangsa dan negara yang berkeadilan dan bersatu dalam suatu kesatuan makna dan napas perjuangan dengan menjunjung tinggi supremasi hukum.

Misi

Mewujudkan masyarakat kewargaan (civil society) yang berkeadilan, bersatu, dan berkesejahteraan, mewujudkan pemerintahaan yang kuat, efektif, efisien, bersih, taat dan berwibawa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta mampu bersaing dan dihormati dalam pergaulan dunia.


Sejarah Kelahiran PKPI

Pada tahun 1998,  masa reformasi justru ditandai dengan krisis multi dimensi. Kondisi dalam negeri Indonesia dalam keadaan tidak menentu, masyarakat dilanda ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan negara. Perekonomian yang terpuruk, kriminalitas yang tinggi,  dan korupsi yang merajalela telah membuat rakyat semakin menderita. Semua itu seakan sambung menyambung melemahkan sendi-sendi persatuan dan kesatuan bangsa. Nasionalisme memudar, disintegrasi muncul di berbagai pelosok negeri. Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia mulai terancam.

Kondisi Indonesia yang memprihatinkan tersebut telah mendesak sekelompok putra-putra bangsa untuk bertindak,  meluruskan  dan memperjuangkan terwujudnya cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 berdasarkan Pancasila, yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.  Kemudian mereka berkumpul, berdiskusi dan bertukar pikiran untuk menentukan langkah dan solusi yang tepat. Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya mereka sepakat membentuk suatu gerakan moral yang dinamakan Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB).

Maka pada pertengahan tahun 1998 GKPB resmi didirikan. Gerakan ini dimotori oleh mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Try Sutrisno, Tatto S. Pradjamanggala, Siswono Yudhohusodo, Sarwono Kusumaatmaja, Hayono Isman, Udju S. Dinata dan David Napitupulu. Kemudian GKPB disosialisasikan dan disebarluaskan ke seluruh penjuru tanah air. Dalam waktu yang relatif singkat GKPB telah tersebar dan dideklarasikan di sebagian besar wilayah Tanah Air Indonesia.

Dalam perjalanan selanjutnya, sesuai perkembangan politik tanah air yang membuka peluang berdirinya banyak partai politik (multi partai), sebagian dari para penggagas GKPB yaitu Try Sutrisno, Edi Sudradjat, Tatto S. Pradjamanggala dan Hayono Isman menganggap perlu membentuk suatu partai politik untuk menajamkan  perjuangan GKPB dalam  berpartisipasi menentukan arah kebijakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dengan mengikuti pemilihan umum 1999 yang saat itu akan segera digelar. Sementara pendiri GKPB  yang lain yaitu Siswono Yudhohusodo, David Navitupulu dan Sarwono Kusumaatmadja  melanjutkan perjuangan melalui GKPB, dengan tetap memberikan dukungan terhadap partai politik yang akan dibentuk.

Langkah berikutnya adalah menyusun Panitia Pembentukan Partai Politik yang diumumkan pada tanggal 15 Desember 1998 di Gedung Jakarta Design Center dengan ketua  Edi Sudradjat dan Sekretaris Tatto S. Pradjamanggala. Sebulan kemudian, diselenggarakan Deklarasi Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) pada tanggal 15 Januari 1999 di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta. PKP INDONESIA dipimpin oleh Ketua Umum Edi Sudradjat dan Sekretaris Jenderal Hayono Isman, dibantu Tatto S. Pradjamanggala, Suryadi, Meutia Hatta Swasono, Anton J. Supit, John Pieris, Sutradara Gintings, serta Udju S. Dinata.

Dengan demikian PKP lahir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dengan visi dan misi yang jelas, dan dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.  PKP adalah wadah untuk melanjutkan cita-cita perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

BERITA ACAK
Sabtu, 31 Juli 2010
Saling Klaim Keberhasilan KPK Harus Dihentikan

"Tidak boleh ada yang mengklaim KPK karena lembaga independen. Termasuk pemerintah," ujar Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM Zainal Arifin Muchtar saat dihubungi detikcom, Rabu (25/2/2009)malam.

Zainal bahkan menilai, tidak perlu berlebihan dalam menanggapi prestasi KPK selama ini. Alasannya, masih banyak kasus yang belum tuntas.

"KPK rajin mengungkap perkara namun jarang selesai," kata Zainal.

Sabtu, 31 Juli 2010
Cucu Jenderal Sudirman akan Deklarasi Sebagai Capres Perubahan

Siapa yang tidak kenal dengan tokoh Panglima Besar Jenderal Sudirman? Berbekal ketenaran kakeknya inilah, Bugiakso akan mendeklarasikan diri sebagai calon presiden alternatif.

Sabtu, 31 Juli 2010
Hadir untuk Sosialisasi Pemilu, Ketua KPU Dicecar

Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary hadir di Rakernas PDIP untuk menjelaskan mekanisme pemilu. Karena dinilai mengecewakan, dia pun dicecar.

Dalam sambutannya, Hafiz memaparkan dampak dan celah hukum putusan MK tentang suara terbanyak, tanda contreng, centang atau coblos, dan perlunya Perpu yang mengatur kelemahan-kelemahan peraturan terkait pemilu.

Sabtu, 31 Juli 2010
Prabowo Tak Mau Jadi Cawapres Siapa pun

Niat mantan Danjen Kopassus Letjen Purn Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden (capres) sudah bulat. Tawaran cawapres dari siapa pun termasuk Megawati yang jelas-jelas memiliki partai besar ditolaknya 'mentah-mentah'.

"Dari awal, Pak Prabowo bagi kami itu untuk capres, bukan cawapres. Kami sadar bahwa rakyat sekarang ini butuh pemimpin yang fresh, bukan pemimpin bekas, apalagi yang bekas pemimpin," kata orang kepercayaan Prabowo, Fadli Zon, pada detikcom, Selasa (27/1/2009).

Sabtu, 31 Juli 2010
Empat Calon Presiden Tampil di Yogya

Empat tokoh yang menyatakan diri maju sebagai calon presiden mengikuti putaran Konvensi Dewan Integritas Bangsa di Yogyakarta. Mereka adalah Rizal Ramli, Marwah Daud Ibrahim, Bambang Sulastomo dan Yuddy Chrisnandi. Sri Sultan Hamengku Buwono X absen dalam acara ini.