| NO.URUT : 15 | ||||||||||||||||||||||||
| Partai Nasional Indonesia Marhanenisme | ||||||||||||||||||||||||
|
Pertemuan PKS dan Partai Demokrat (PD) pada malam nanti diprediksi tidak akan menghasilkan kesepakatan koalisi. Koalisi antara nasionalis dan islam mustahil terjadi.
"Nasionalis dan Islam itu seperti ular dan buaya. Nggak bagus itu. Paling itu kepentingan elit saja," ujar pengamat politik Arbi Sanit kepada detikcom, Selasa (10/3/2009).
Bendera partai politik menghiasi bantaran kali Banjir Kanal Barat (BKB). Ada bendera yang dipasang tinggi, dan pendek. Ada juga bendera besar maupun kecil. Bendera-bendera warna-warni itu seakan bertarung meraih simpati warga.
Warga bantaran kali kini gemar memasang atribut partai mulai dari bendera, gambar caleg, atau capres.
Presiden SBY didesak agar meratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (konvensi pengendalian tembakau). Jika SBY tak mau, Partai Demokrat diminta menyerukan pemilih agar tak mencontreng SBY jadi presiden lagi.
Caleg PDIP Dapil 5 Jawa Tengah (Jateng), Aria Bima, akan memenuhi panggilan Panwaslu Jateng. Ini terkait pemasangan baliho miliknya di sejumlah tempat di kota Solo.
"Kalau untuk klarifikasi, ya, enggak apa-apa. Saya akan datang. Cuma belum ada kejelasan, mengapa harus Panwas Jateng, sementara belum diklarifikasi oleh Panwas Solo?" kata Aria kepada detikcom, Minggu (1/3/2009) malam.
Aroma persaingan antara SBY-JK semakin memanas. Lewat iklan terbaru, Golkar terang-terangan mengkritik SBY. Golkar pun sesumbar JK lebih cepat dan lebih baik dari SBY dalam menjalankan roda pemerintahan. Karena itulah tagline "Lebih cepat, lebih baik" dipilih.
"Kalau pak JK jadi presiden, pasti lebih baik dari SBY," kata Ketua Bapilu Partai golkar, Burhanuddin Napitupulu (Burnap), kepada detikcom, Senin (9/3/2009).