NO.URUT : 30
Partai Patriot
Singkatan : PP
Asas : Pancasila
Tgl Berdiri : -
Ketua umum : Japto S. Soerjosoemarno
Sekjen : Sulityanto
Alamat : Jl. Lansat III/7, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12130 Telp.021-7261522 / 72795566
Website :
Keterangan :
Visi

Memperkuat dan melanjutkan perjuangan pendiri-pendiri bangsa Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika dan Sumpah Pemuda sebagai pilar jati diri bangsa untuk mewujudkan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila serta mengembalikan roh/marwah UUD 1945 yang dicetuskan dan menjadi ikatan lahir batin bangsa Indonesia.

 

PROFIL PARTAI

DALAM pemilihan umum tahun 2004, partai yang keberadaannya dibidani ormas Pemuda Pancasila ini mengusung nama Partai Patriot Pancasila. Dengan nomor urut 21 (saat itu) dan berlambang burung garuda bersayap warna-warni, merah, hijau, dan kuning, serta perisai merah-putih lengkap diisi lambang kelima sila Pancasila, parpol ini gagal memperoleh kursi di DPR.

Bukannya tidak ada yang memilih. Partai Patriot Pancasila saat itu setidaknya mampu meyakinkan satu juta pemilih untuk memercayakan suara mereka ke parpol tersebut. Namun, satu juta suara belum cukup untuk bisa dikonversikan menjadi satu kursi pun di DPR. Boleh jadi, ini akibat salah menerapkan strategi.

Soalnya, pada Pemilu 2004 beberapa parpol lain toh mampu meraih kursi walau dengan perolehan jumlah suara total di bawah perolehan Partai Patriot Pancasila.

Kondisi seperti itulah yang dinilai tidak adil oleh pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Patriot Pancasila—sekarang mengubah nama menjadi Partai Patriot—Japto S Soerjosoemarno.

Menurut Japto, bersama delapan parpol lain, mereka kemudian mengajukan permohonan peninjauan kembali ke Mahkamah Konstitusi. Dalam prosesnya, Japto tidak mau ambil risiko dengan berlarut-larut mengurusi persoalan tersebut. Mereka kemudian juga mendaftarkan diri dengan nama parpol lain, Partai Patriot.

Belakangan, menurut Japto, kedua parpol dinyatakan lolos. Setelah itu diputuskan hanya Partai Patriot yang akan digunakan, sementara Partai Patriot Pancasila beserta seluruh kelengkapannya akan digabung ke dalam parpol (yang sekarang) bernomor urut 30 ini.

Walau mengaku tidak menetapkan target apa pun, Japto mengaku optimistis Partai Patriot setidaknya mampu mendulang suara dari ormas pendirinya, Pemuda Pancasila. ”Sampai sekarang jumlah anggota Pemuda Pancasila di seluruh Indonesia mencapai sekitar empat juta orang. Insya Allah 60-70 persennya memilih Partai Patriot,” katanya.

Tidak cuma itu, dalam rapat pleno diperluas Pemuda Pancasila tahun lalu diputuskan, semua kader ormas itu mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif di Partai Patriot jika mereka hanya dijadikan caleg ”nomor sepatu” di parpol lain.

Partai Patriot optimistis di Pemilu 2009 prestasinya akan lebih baik, karena persiapannya jauh lebih panjang dibanding Pemilu 2004, sekitar 2,5 tahun. (Wisnu Dewabrata)

  

CALON PRESIDEN

Japto Siap Maju Jadi Presiden Jika Ada Dukungan

KENDARI, SABTU - Ketua Partai Patriot Pancasila, KRMH Japto, SH siap maju bersaing pada Pemilu Presiden 2009, jika rakyat Indonesia mendukungnya.

"Kalau rakyat Indonesia mendukung untuk bersaing menjadi calon presiden tentu saya siap. Tetapi yang perlu dikaji sekarang ini adalah mau atau tidak memimpin negeri ini," kata Japto di Kendari, Sabtu.

Pencalonan seseorang sebagai presiden, gubernur, bupati/walikota dan wakil rakyat adalah hak setiap warga negara yang memenuhi kententuan perundang-undangan yang berlaku. Meski tetap perlu mempertimbangkan kemampuan memimpin  negeri yang saat ini sedang terpuruk.
    
"Perekonomian negeri ini sedang merosot, terjadi degradasi moral. Sebagian anak bangsa dan kekayaan alam hancur karena ulah segilintir orang," kata Japto.
    
Putra-putri bangsa ini sebaiknya bahu membahu membangkitkan perekonomian bangsa demi pencapaian kesejahteraan rakyat, kata Japto di sela Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Pancasila di Kendari.
    
Muswil Pemuda Pancasila yang dibuka Gubernur Sultra, H. Nur Alam, SE dihadiri Wakil Gubernur Sultra, H.M. Saleh Lasata, Sekdaprov Sultra, Zainal Abidin dan sejumlah anggota dewan.

Ketua MPW Pemuda Pancasila Sultra, Abdul Hasan Mbou dihadapan peserta Muswil meminta kesediaan Japto untuk maju bersaing pada Pilpres 2009. "Suka atau tidak suka. Siap atau tidak siap, Bung Japto diminta oleh kader Pemuda Pancasila Sultra untuk maju pada Pilpres 2009 mendatang," kata Hasan Mbou yang juga anggota DPRD Sultra.
    
Kader Pemuda Pancasila sebanyak enam juta orang yang tersebar pada seluruh provinsi di negeri ini akan berjuang semaksimal mungkin untuk memenangkan Bung Japto.

Selain kader Pemuda Pancasila, Bung Japto juga akan mendapat dukungan seluruh kader, simpatisan dan pengurus Partai Patriot, kata Hasan Mbou.

BERITA ACAK
Sabtu, 31 Juli 2010
2 Tindak Pidana Pemilu di Jateng Gagal Diproses

Dua tindak pidana pemilu yang dilakukan Partai Golkar di Jawa Tengah gagal diproses, karena tidak memenuhi undang-undang. Partai berlambang beringin itu pun melenggang.

Ketua Panwaslu Jateng Abhan Misbah mengatakan kasus itu terjadi pada saat Partai Golkar memeringati ultahnya di Kendal dan Kebumen. Mereka menggelar rapat dengan melibatkan massa.

Sabtu, 31 Juli 2010
Pasca Pemilu Sejumlah Daerah di Sumut Rawan Konflik

Sejumlah daerah di Sumaera Utara (Sumut) ditengarai rawan terjadi konflik pasca pelaksanaan Pemilu. Penyebabnya kemungkinan besar karena proses penghitungan dan banyaknya warga yang tidak ikut Pemilu.

Kepala Operasional Kontras Sumut, Herdensi menyatakan, daerah-daerah yang berpotensi akan terjadi konflik tersebut antara lain, Nias, Nias Selatan, Labuhan Batu, Langkat dan Binjai.

"Konflik itu bisa terjadi, karena banyak yang bingung dan tidak tahu bagaimana caranya memberikan hak suara, sebab aturan yang terus berubah padahal Pemilu dalam hitunan hari. Multitafsir tentang sah atau tidaknya suara akan memicu masalah," kata Herdensi pada wartawan usai sebuah seminar di Hotel Madani, Jl Sisingamangaraja, Medan, Kamis (5/3/2009).
 

Sabtu, 31 Juli 2010
Golput Tidak Bisa Dilawan dengan Fatwa

 Upaya mencegah sikap golput dalam pemilu tidak bisa hanya dengan fatwa haram MUI. Sejatinya, yang mesti dilakukan yakni sosialisasi bagi para pemilih, mengenai pentingnya ikut pemilu.

Sabtu, 31 Juli 2010
KPU Lakukan Quick Count

Komisi Pemilihan Umum tidak mau kalah dengan lembaga survei. Mereka sedang mempersiapkan sistem penghitungan cepat sendiri. "Tujuannya transparansi hasil pemungutan dan penghitungan suara pemilu 2009, di seluruh tempat pemungutan suara di Indonesia, di mana masyarakat bisa memperoleh informasi dengan cepat," kata anggota Komisi Andi Nurpati Baharudin, di Kantor Komisi, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2009.

Sabtu, 31 Juli 2010
Mega Geli Terhadap Iklan Golkar

Megawati Soekarnoputri ternyata merasa geli dengan ucapan selamat ulang tahun dari Partai Golkar. Padahal ucapan selamat itu disampaikan dalam bentuk iklan yang dimuat di dua harian nasional.

Lucunya perasaan geli tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK). Tapi bukan berarti Ketua Umum DPP PDIP itu tidak berterimakasih atas perhatian Partai Golkar.