| NO.URUT : 12 | ||||||||||||||||||||||||
| PPD | ||||||||||||||||||||||||
|
Damai tapi gersang melanda Golkar dan Demokrat. Dua ‘partai pemerintah’ itu sedang terserang penyakit panas dingin. Meriang. Itu karena ‘talak’ yang belum sempat terucapkan sudah sama-sama dirasakan aromanya. Benarkah duet SBY-JK akan tinggal kenangan?
Keterlibatan anak-anak dalam kegiatan politik masih menjadi kontroversi. Kendati dalam Undang-Undang Pemilu kaum anak dilarang terlibat dalam kampanye.
41 Hari menjelang pemilu, jarang sekali ruang-ruang di sekitar kita tidak disemerawutkan oleh atribut-atribut kampanye para caleg. Namun, apakah dengan spanduk dan baliho yang memampang besar-besar foto tersebut rakyat menjadi kenal mereka?
Agun Gunandjar Sudarsa menjawab: Tidak! Caleg nomor urut 4 dari Partai Golkar Dapil Jabar X ini punya cara unik dalam berkampanye. Dalam balihonya yang minim, Agun malah memasang tanda tanya (?) besar lengkap dengan tagline: 'Kenali Sebelum Mencontreng'. Sementara foto dirinya hanya dipasang kecil di bagian bawah.
"Karena terlalu banyak foto-foto caleg, masyarakat pusing. Saya tanya ke masyarakat siapa dia (caleg lain)? Jawabnya: duka! (tidak tahu)," kata Agun saat berbincang dengan detikcom, Jumat (27/2/2009).
Dua tindak pidana pemilu yang dilakukan Partai Golkar di Jawa Tengah gagal diproses, karena tidak memenuhi undang-undang. Partai berlambang beringin itu pun melenggang.
Ketua Panwaslu Jateng Abhan Misbah mengatakan kasus itu terjadi pada saat Partai Golkar memeringati ultahnya di Kendal dan Kebumen. Mereka menggelar rapat dengan melibatkan massa.
Sistem suara terbanyak dalam memilih caleg di pemilu legislatif dikritisi Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Alasannya para caleg akan berlomba mengimingi uang maupun materi kepada masyarakat. Dia pun meminta warga Muhammadiyah untuk mudah tidak tergoda.