NO.URUT : 21
Partai Republika Nusantara
Singkatan : REPUBLIKAN
Asas : Pancasila
Tgl Berdiri : Cikopo Jawa Barat, 20 Mei 2007
Ketua umum : Letjen Purnawirawan Syahrir
Sekjen : Drs. Yus Sudarso, SH,MH,MM
Alamat : Kompleks Perkantoran Pulo Mas Blok VI No.1-2, Jl. Perintis Kemerdekaan Jakarta Timur Telp. 021-470
Website : http://www.republikan.or.id
Keterangan :

Visi

    • Menjaga keutuhan NKRI, berdasar semangat proklamasi 17 Agustus 1945
    • Memulihkan taraf hidup rakyat menuju perwujudan cita-cita luhur bangsa esuai amanat UUD 1945.
    • Memberdayakan semua potensi sumber daya alam setinggi-tingginya untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan sumberdaya manusia Indonesia agar hidup setara dalam persaingan global
    • Menumbuhkan wawasan kebangsaan dan kenegaraan agar dapat mewujudkan pemerintahan yang adil, bersih dan bermartabat, melindungi segenap rakyat dalam suasana demokratis menuju peradaban Indonesia baru, yaitu: rakyat yang religius, rakyat yang berbudaya, rakyat yang berdaulat, rakyat yang amanah Platform Partai RepublikaN akan senantiasa memperjuangkan secara konsisten pembangunan kesejahteraan terutama dalam empat pilar: Pendidikan, Kesehatan, dan Transportasi serta Ekonomi Kerakyatan, dengan tidak meninggalkan sektor  sektor lainnya.

Platform Partai RepublikaN akan senantiasa memperjuangkan secara konsisten pembangunan kesejahteraan terutama dalam empat pilar: Pendidikan, Kesehatan, dan Transportasi serta Ekonomi Kerakyatan, dengan tidak meninggalkan sektor  sektor lainnya. 

Sejarah

Partai Republika Nusantara, yang disebut/dipopulerkan dengan “RepublikaN, berdiri di Cikopo Jawa Barat, 20 Mei 2007.

Partai Republika Nusantara tumbuh dari bawah sebagai perwujudan kehendak “1945 pendiri” dari 33 propinsi. Berasal dari kalangan berbagai suku, etnik, agama, golongan dan berbagai profesi. Demi mewujudkan sebuah Partai berwawasan Modern yang berorientasi pada sistem manajemen mutu kepartaian yang kuat. Sehingga mampu membentuk dan melahirkan insan-insan politisi yang berkualitas, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpihak kepada rakyat dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sesungguhnya tekat bulat perjuangan Proklamasi 17 Agustus 1945 adalah mewujudkan bangsa Indonesia menjadi masyarakat adil dan makmur. Dengan cara meletakkan kedaulatan di tangan rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mampu memelihara kemer dekaan, ketertiban serta perdamaian dunia.

Bahwa cita cita luhur tersebut belum sepenuhnya dicapai dan dirasakan sebagai aki bat proses dinamika sejarah yang panjang pada pasca kemerdekaan. Kemudian disebab kan oleh tata kelola pemerintahan dan kenegaraan, maupun sistem kepartaian politik yang kurang berpihak kepada rakyat. Sementara partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan hak politik belum diberdayakan secara optimal.

Selain itu potensi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang kita miliki tidak secara sungguh sungguh dilindungi dan dikelola untuk kemakmuran dan kesejahteraan, serta kepentingan hajat hidup rakyat Indonesia. Sejalan menuju era globalisasi maka pembangunan bangsa Indonesia ke depan perlu pendekeaan keseimbangan antara: lahiriah dan batiniyah, iptek dan spritual, kepentingan individu dan masyarakat, serta politik kekuasaan dan etika moral.

Beranjak dari persoalan bangsa, dengan dilandasi oleh persamaan pikiran dan pandangan dari segenap insan yang berwawasan kebangsaan, kerakyatan dan religius, bertekad membentuk organisasi politik bernama: Partai Republika Nusantara, yang disingkat dan selanjutnya dipopulerkan dengan sebutan: “RepublikaN”. Partai RepublikaN lahir bukan didirikan oleh sekelompok elit politik. Melainkan tumbuh dari bawah sebagai perwujudan kesadaran sesama anak bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai suku, etnik, agama, golongan dan profesi. Demi mewujudkan sebuah Partai berwawasan Modern yang berorientasi pada terciptanya sistem manajemen mutu kepartaian yang kuat, sehingga mampu membentuk sistem manajemen mutu kepartaian yang kuat, sehingga mampu membentuk sistim kenegaraan yang demokratis dan mampu melahirkan insan politisi yang berkualitas, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpihak kepada rakyat dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan memohon lindungan Tuhan Yang Maha Esa, Partai RepulikaN akan senantiasa handal memperjuangkan aspirasi rakyat. Dapat mengoptimalkan peran partai sesuai de ngan ketentuan perundang undangan. Untuk itu dibuat sistem jaringan kesekretarisan secara profesional meliputi : Organisasi dan Manajemen, Diklat dan Kaderisasi, IT dan Keanggotaan, Program dan Pemasaran, Humas dan Komunikasi, serta Penelitian & Pengembangan.

BERITA ACAK
Sabtu, 31 Juli 2010
Jadwal Pilpres Mesti Perhatikan Tanggal Pelantikan Presiden Indra Subagja - detikPemilu

Jadwal Pilpres 2009 belum ditentukan. Mahkamah Konstitusi (MK) yang menangani sengketa pemilu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu akan bertemu untuk koordinasi. Tapi untuk jadwal pemilu mesti diperhatikan jadwal pelantikan presiden.

Sabtu, 31 Juli 2010
Permintaan Melemah, Minyak Kembali Turun

Harga minyak mentah dunia merosot di bawah 40 dollar AS per barrel pada Selasa (30/12) waktu setempat, karena pasar fokus terhadap melemahnya permintaan energi setelah sehari sebelumnya naik tajam di tengah konflik Israel-Hamas.

Sabtu, 31 Juli 2010
PKS Temukan Caleg Gadungan Tukang Tipu di Yogyakarta

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali dilanda permasalahan terkait pencalegan. Kali ini seorang pria bernama Syarif Maulana Komarudin mengaku-ngaku sebagai caleg PKS untuk DPR RI nomor urut 3 Dapil VII Cirebon.

"Hasil pelacakan pada daftar Caleg PKS untuk DPR RI, memberi kepastian bahwa orang tersebut caleg gadungan alias caleg palsu," ujar Ketua DPW PKS DIY Suprih Hidayat melalui rilis kepada detikcom, Selasa (17/2/2009).

 

Sabtu, 31 Juli 2010
Susilo Bambang Yudhoyono Tak Tertandingi

Pengamat politik, Syamsudin Haris, mengatakan yang membuat Susilo Bambang Yudhoyono tetap populer hingga sekarang adalah belum munculnya tokoh alternatif yang menyamai reputasi Presiden RI itu. Yudhoyono kembali dicalonkan Partai Demokrat di pemilihan presiden 2009.

Sabtu, 31 Juli 2010
4 Skenario PKS Menghadapi Pilpres

Sebagai parpol besar, PKS belum menyurakan sikapnya tentang Pilpres 2009. Tapi bukan berarti PKS tidak menyiapkan skenario antisipasi menghadapi dua kemungkinan utama perubahan politik pasca Pemilu 2009.

Pertama; tidak ada perubahan signifikan kekuatan parpol dibanding yang ada sekarang. Artinya hanya SBY dan Megawati yang akan duel dalam Pilpres. Maka siapa pun cawapres pasangan mereka tidak akan membawa pengaruh.